Nokia Membeli Alcatel, Industri SmartPhone Semakin Bersaing

Nokia Membeli Alcatel, Industri SmartPhone Semakin Bersaing

2292
0
BAGIKAN KE
Nokia Membeli Alcatel-Lucent

Nokia Membeli Alcatel-Lucent

Nokia baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah resmi membeli Alcatel-Lucent, sebuah perusahaan yang bermarkas di Boulogne-Billancourt, Perancis, dan merupakan perusahaan raksasa di bidang telekomunikasi.

Dengan penggabungan kedua perusahaan tersebut, Uni Eropa memprediksi akan terjadi persaingan yang sengit di bidang teknologi smartphone antara kedua perusahaan tersebut dengan Samsung Electronics, perusahaan asal Korea yang tercatat sebagai perusahaan dengan angka penjualan tertinggi di dunia.

Alcatel-Lucent adalah perusahaan besar di bidang telekomunikasi.

Di masa mendatang, Samsung akan mempunyai peran yang sangat penting terkait dengan pengembangan jaringan telekomunikasi terbaru 4G yang sudah tersedia saat ini serta 5G.

Akankah ini menjadi logo terbaru dari Nokia dan Alcatel-Lucent?

Saat ini kita mengetahui Nokia telah membeli Alcatel-Lucent dan kondisi ini diperkirakan akan menciptakan persaingan yang lebih ketat di industry smartphone di masa mendatang. Di benua Eropa, terjadi persaingan antara Ericsson dan Huawei di 28 negara, sedangkan di pasar dunia ada Samsung dan juga ZTE.

Nokia merupakan perusahaan smartphone besar yang dicintai oleh banyak orang dan merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi tertua saat ini yang berusia 150 tahun pada tahun 2015 ini. Keputusan untuk menjual divisi smartphone milik Nokia kepada Lumia membuat para pengguna setianya merasa kecewa.

Nokia Membeli Alcatel

Namun demikian, pada tahun 2016 ketika perjanjian kontrak antara Nokia dan Lumia berakhir, Nokia akan kembali bertarung di industry smartphone dan mempersiapkan banyak smartphone tangguh dan berteknologi tinggi yang tentu akan menarik minat para konsumen di seluruh dunia. Kabar terkait penggabungan dua perusahaan telekomunikasi, Nokia dan Alcatel-Lucent membuat situasi di industry smartphone menjadi panas.

CEO Nokia, Rajeev Suri, akan memimpin perusahaan baru hasil penggabungan tersebut yang akan bermarkas di China dan menjalankan kontrak dengan dua perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika, Verizon Communications dan AT&T.