Tragis Kereta Tabrak Metro Mini Ugal-ugalan

Tragis Kereta Tabrak Metro Mini Ugal-ugalan

897
0
BAGIKAN KE
Tragis Kereta Tabrak Metro Mini Ugal-ugalan

Tragis Kereta Tabrak Metro Mini Ugal-ugalan

JAKARTA – Lintasan kereta api menjadi titik lalu lintas kendaraan paling mematikan. Sudah tak terhitung jumlah nyawa yang melayang gara-gara kecelakaan di titik silang antara jalan raya dan rel kereta api itu. Selain fasilitas keamanan yang minim, kecelakaan dengan korban tewas sering terjadi lantaran human error, baik petugas penjaga palang pintu yang lalai maupun pengemudi yang ugal-ugalan
Traffic di sekitar lokasi pasti cukup banyak. Tapi, itu tidak berarti melegitimasi orang untuk melintas. Kalau menerabas, ya itu pasti masalah.” Ignasius Jonan Menteri Perhubungan

Faktor pengemudi nekat itulah yang memicu tabrakan maut di lintasan Angke, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, kemarin pagi (6/12). Ingin mengejar penumpang dan segera sampai tujuan, sopir metromini bernopol B 7760 FD jurusan Jembatan Lima–Kalideres nekat menerobos palang pintu pembatas yang belum tertutup sempurna.
Nahas, saat bus berada di atas rel, melaju kereta rel listrik (KRL) commuter line jurusan Jatinegara–Bogor. Kontan, terjadi tabrakan dua kendaraan sarat penumpang tersebut. Sampai berita ini diturunkan tadi malam, 18 orang dinyatakan meninggal dan 6 lainnya mengalami luka berat. Seluruhnya adalah penumpang, sopir, dan kernet metromini.

 

tabrak metro mini
Menurut keterangan penjaga lintasan Endang Supriyadi, saat KRL akan lewat, palang pintu su- dah hampir tertutup sempurna. Namun, betapa kagetnya dia saat melihat metromini jingga nongol menerobos palang pintu. ”Saya pun teriak-teriak ke sopir metromini. Tukang ojek dan warga juga teriak. Jangan melintas ada kereta, tapi sopir tetap saja melaju,” kata Endang saat ditemui di lokasi. Endang mengaku sempat mendengar jeritan para penumpang metromini yang meminta tolong dan mengucap takbir. ”Namun, saya hanya bisa melihat. Sudah terlambat,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Akhlani, 45. Lelaki yang setiap hari berjualan gorengan yang tak jauh dari pos Angke itu mengaku melihat metromini menerobos meski lintasan sudah tertutup. Seperti Endang Supriyadi, dia bersama warga dan pengendara lainnya sempat berteriak agar jangan menerobos karena ada kereta. ”Yang kasihan itu yang lima penumpang terakhir. Mereka sempat beli gorengan ke saya sebelum naik metromini,” jelasnya.
Akhlani menduga, sopir metromini di depan lintasan nekat maju lantaran melihat celah yang bisa dilewati. ”Dia nekat menerobos, gak sabar menunggu,” ujarnya.
Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto mengatakan, dugaan sementara, tabrakan maut itu disebabkan kecerobohan sopir metromini. ”Dari hasil evakuasi dan saksi mata, palang pintu sudah tertutup dan sirene sudah menyala, tapi metromini mencoba menerobos dari celah-celah yang ada,” jelasnya.
Namun, Kapolsek menambahkan, pihaknya juga mendalami dugaan kelalaian dari sopir metromini, masinis kereta, atau petugas palang pintu lintasan kereta api Angke. ”Kesimpulan sementara, salah si sopir. Tapi, kami masih dalami kecelakaan ini,” ujarnya.

Dahsyatnya benturan dan banyaknya jumlah korban membuat lokasi tabrakan metromini dan KRL menjadi tontonan warga. Bah- kan, hingga kemarin sore (6/12), warga masih berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Mereka tidak mengkhawatirkan kereta yang melintas. Meski sudah diperingatkan anggota Polsek Tambora agar jangan menonton, warga kukuh ingin melihat bangkai metromini. Ada juga beberapa warga yang mengabadikan foto bangkai metromini dengan ponsel.
Pantauan di TKP, beberapa barang milik korban sempat berserakan di pinggir rel dan dalam rel. Misalnya, sobekan pakaian, perhiasan, handphone, hingga bra. Namun, warga yang menemukan barang-barang tersebut memberikannya kepada polisi.

Untuk mengungkap penyebab kecelakaan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun turun ke lapangan dan menyisir setiap jalur rel yang jadi lokasi kejadian. Ketua Subkomite Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT Leksmono Suryo Putranto mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan faktafakta di lapangan. Sebab, sejauh ini informasi yang didapat sebatas asumsi dari petugas penjaga lintasan KA ataupun saksi-saksi dan warga.
Suryo mengaku tidak menargetkan sampai kapan penyelidikan tersebut selesai. Namun, penyelidikan diupayakan sedetail-detailnya guna mengungkap penyebab kecelakaan maut itu. ”Kami belum bisa memastikan penyebab kecelakaannya. Yang jelas, kami akan mengumpulkan fakta sebanyak dan sedetail mungkin,” ucap Suryo kepada awak media.

Menhub Mendapat laporan kronologi kecelakaan di lintasan Angke, Jakarta Barat, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan pun geram. Dia langsung meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok untuk lebih tegas dalam menertibkan angkutan di dalam kota. ”Karena izinnya (izin trayek metromini, Red) itu bukan di saya (Kemenhub, Red). Ada di gubernur itu,” tuturnya di Jakarta kemarin.
Menyoal lintasan sebidang pada kasus kecelakaan kemarin, Jonan mengaku sebaiknya memang ditiadakan. Harus ada flyover atau underpass bila berhubungan dengan jalur kereta. Sebab, traffic di sekitar lokasi pasti cukup banyak. ”Tapi, itu tidak berarti melegitimasi orang untuk melintas (saat pintu turun, tanda kereta melintas, Red). Kalau menerabas, ya itu pasti masalah,” tegas mantan direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu.
[image src=”https://www.ariyumi.com/wp-content/uploads/2015/12/produk-bisnis-abe-300×250-09.gif” width=”300″ height=”250″ align=”right” caption=”” link=”http://goo.gl/SZTU6O” link_image=”” target=”_blank” alt=”Foredi” border=”0″ greyscale=”0″ animate=”bounceIn”]Kemenhub mewacanakan penghapusan lintasan sebidang tersebut. Di jalur kereta yang akan dibangun di Bekasi, dia sudah merencanakan pembuatan flyover di jalur-jalur yang berhubungan dengan jalan masyarakat sekitar.
Menjadi sasaran kritik menhub, Ahok angkat bicara. Dia mengatakan, masih banyak metromini yang nakal lantaran Transjakarta tak berhasil mengambil alih manajemen angkutan itu. ”Ini kesalahan Transjakarta yang kami harapkan ambil alih, enggak berhasil,” ucap Ahok di Jakarta kemarin.

Mantan bupati Belitung Timur itu menilai gerakan Transjakarta lamban. Ahok mengungkapkan, sejauh ini Pemprov DKI sudah mencabut izin trayek 1.600 metromini. ”Kami juga sudah perintahkan kepala suku dinas perhubungan untuk menyeleksi metromini. Harus ada standar sopir. Kalau tidak (sesuai standar), kami sikat,” tegasnya. (gum/mia/c10/kim)