Titik Api Berkurang Cuaca Makin Membaik Pos Kesehatan Korban Asap Ditutup

Titik Api Berkurang Cuaca Makin Membaik Pos Kesehatan Korban Asap Ditutup

185
0
BAGIKAN KE
Titik Api Berkurang Cuaca Makin Membaik Pos Kesehatan Korban Asap Ditutup

Titik Api Berkurang Cuaca Makin Membaik Pos Kesehatan Korban Asap Ditutup

Sudah hampir seminggu hujan membasahi Sumatera dan Kalimantan. Meski dalam intensitas ringan dan sedang, hujan memberikan harapan baru bagi masyarakat sekitar. Kondisi itu pun membuat jumlah pengunjung rumah singgah dan pos kesehatan menurun tajam.

”Keadaan mulai membaik. Tren kunjungan (korban asap, Red) ke pos kesehatan dan rumah singgah mulai jarang,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kemarin (2/11)

Dengan demikian, lanjut dia, pos pelayanan kesehatan di Riau akan ditutup mulai besok (3/11). ”Baru Riau yang melaporkan. Sisanya, (kami, Red) belum mendapatkan konfirmasi,” ungkapnya.

Penutupan dilakukan demi efektivitas dan efisiensi pos-pos tersebut. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat akan diarahkan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sebaliknya, rumah singgah, tenda isolasi, dan pos evakuasi masih dibuka seperti biasa.

Hingga kemarin sore, berdasar pantauan satelit Terra Aqua, jumlah titik panas ( hot spot) menurun secara drastis dalam beberapa hari ini. ”Minggu kemarin bisa mencapai angka ribuan, namun kini hanya ratusan,” ungkapnya. Yakni, 188 titik yang terbagi atas 171 di Sumatera dan 17 di Kalimantan. Di Bengkulu ada 2 titik, Jambi 4, Babel 26, Kepri 1, Lampung 17, Riau 2, Sumsel 119, Kalbar 3, Kalsel 10, Kalteng 2, dan Kaltim 2.

Angka hot spot yang berjumlah ratusan tersebut jelas membuat jarak pandang dan cuaca di Sumatera dan Kalimantan cukup baik. ”Padang dan Palembang masih berasap, namun untuk wilayah lainnya sudah bisa melihat awan dan matahari,” ungkapnya.

Pekanbaru kini berjarak pandang 8.000 meter (cerah-berawan), Jambi 2.000 meter (guntur dan hujan ringan), Palembang 3.000 meter (berasap), Padang 5.000 meter (berasap), dan Pontianak 10.000 meter (berawan). Lalu, Ketapang 10.000 meter (cerah berawan), Palangka Raya 9.000 meter (hujan berawan), dan Banjarmasin 10.000 meter (berawan).

Melihat potensi hujan yang masih besar, BNPB terus melakukan penaburan garam. Khususnya di daerah Sumsel, Jambi, dan Kalbar. Harapannya, hujan buatan maupun alam terus turun di Sumatera dan Kalimantan.

Dari Kalteng, dilaporkan kondisi udara di Palangka Raya kemarin (2/11) juga kembali bersih. Ibu kota Kalteng itu dalam beberapa hari ini memang diguyur hujan.

Jembatan Kahayan kini ”berbentuk” lagi. Jembatan yang berada di jantung kota Palangka Raya itu sebelumnya memang terhalang kabut asap pekat akibat pembakaran lahan gambut.

Kota Palangka Raya pun kembali berdenyut. Aktivitas warga berangsur-ansur normal. Raut keceriaan juga menghiasi siswa SDN 4 Menteng, Palangka Raya. Mereka kemarin kembali masuk sekolah. Sebelumnya, selama kabut asap masih menyelimuti kota itu, sekolah tersebut diliburkan lebih dari sebulan.

Puluhan siswa membaur dan bermain tanpa menggunakan masker. Mereka kini bebas beraktivitas di luar ruangan tanpa harus takut akan bahaya asap. (lus/JPG/c10/agm/jawapos.com)