Pesawat Rusia Meledak Sebelum Jatuh di Mesir

Pesawat Rusia Meledak Sebelum Jatuh di Mesir

744
0
BAGIKAN KE
Pesawat Rusia Meledak Sebelum Jatuh di Mesir

Pesawat Rusia Meledak Sebelum Jatuh di Mesir

MOSKOW – Spekulasi terkait penyebab jatuhnya pesawat komersial Rusia di Mesir terus bermunculan. Ada yang mengatakan, pesawat milik maskapai Kogalymavia itu meledak di udara sebelum terjatuh di kawasan Sinai Sabtu lalu (31/10).

Victor Sorochenko, kepala Komite Penerbangan Antarnegara Bagian Rusia, mengatakan, akibat ledakan itu, badan pesawat terbelah dua. Bagian ekor terbakar di angkasa, sedangkan bagian satu lagi yang lebih besar jatuh dan menghantam bebatuan di bawah

TEKA-TEKI: Investigator Rusia menyelidiki serpihan pesawat Airbus milik maskapai Kogalymavia di Sinai kemarin (1/11). Foto kanan, PM Mesir Sharif Ismail (kiri) datang ke lokasi jatuhnya pesawat.

Diduga, penyebabnya adalah gangguan teknis.

”Tapi, masih terlalu awal untuk mengambil kesimpulan apa pun,” kata Sorochenko, seperti dikutip BBC kemarin (1/11).

Kelompok ISIS sempat mengklaim bahwa pesawat Airbus A321-200 yang membawa 224 orang itu jatuh karena tembakan mereka. Tapi, klaim itu ditepis pemerintah Mesir. Sebab, sebuah pesawat tak mungkin bisa ditembak jatuh dari ketinggian 9.450 meter dengan senjata yang diketahui dimiliki kelompok militan tersebut saat ini.

Hingga kemarin, 163 di antara 244 orang di dalam pesawat yang diyakini seluruhnya meninggal telah ditemukan. Sebanyak 120 orang di antara total korban yang ditemukan tersebut telah diidentifikasi dan akan diterbangkan ke Rusia untuk dimakamkan.

Pesawat Rusia Meledak Sebelum Jatuh di MesirPesawat nahas itu lepas landas dari Sharm el-Sheikh, kawasan wisata di Laut Merah Mesir, menuju St Petersburg. Tapi, setelah hanya 23 menit di udara, pesawat tiba-tiba hilang dari udara dan kemudian jatuh.

Sebanyak 217 di antara 224 orang yang ada di pesawat adalah penumpang. Sisanya kru. Dari keseluruhan penumpang tersebut, 214 orang merupakan warga Rusia dan tiga lainnya Ukraina.

Reruntuhan pesawat dengan nomor penerbangan KGL9268 itu ditemukan dalam lingkup 20 kilometer persegi di Sinai. Kotak hitam pesawat tersebut sudah ditemukan dan dianalisis. Penyelidik dari Rusia, Prancis, dan Mesir serta pakar dari Airbus masih melakukan investigasi di lapangan.

Sejauh ini, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar yang digunakan KGL9268 sudah memenuhi standar dan sesuai dengan aturan. Kru pesawat juga baru saja menjalani tes kesehatan. Seluruhnya tidak mengalami masalah.

Senada dengan Mesir, Menteri Transportasi Rusia Maksim Sokolov menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa pesawat tersebut menjadi target serangan ISIS. Apalagi, ISIS tidak mengunggah foto maupun video untuk mendukung klaim mereka.

Sementara itu, pemerintah Rusia mengklaim sejak kemarin mengandangkan seluruh pesawat Airbus A321 milik maskapai Kogalymavia. Interfax melaporkan bahwa Regulator Transportasi Rusia Rostransnadzor meminta Kogalymavia tidak menggunakan pesawatpesawat tersebut hingga penyebab utama kecelakaan diketahui. Namun, pihak maskapai menyatakan belum menerima surat perintah tersebut. (Reuters/AFP/BBC/ sha/c10/ttg)(jawapos.com)