Kantor Pemerintah Provinsi Kalteng Ludes Terbakar

Kantor Pemerintah Provinsi Kalteng Ludes Terbakar

285
0
BAGIKAN KE
Kantor Pemerintah Provinsi Kalteng Ludes Terbakar

Kantor Pemerintah Provinsi Kalteng Ludes Terbakar

PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat terjadi di kantor gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) kemarin (1/ (1/11). 11). Gedung biro keuangan dan biro perekonomian luluh lantak oleh api yang berkobar sejak pukul 14.00 WIB. Hampir semua aset tidak bisa diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Api berasal dari sisi paling kanan gedung berlantai dua yang terletak di Jalan RTA Milono No 1, Palangka Raya, itu. Tepatnya di ruang biro perekonomian. Petugas pemadam kebakaran tak mampumam pu membendung api yang menjalar cepat dan menghanguskan bangunan seluas 1.700 meter persegi itu

Si jago merah cepat merambat karena banyak sekat bangunan yang terbuat dari kayu. Kondisi itu diperparah dengan sistem drainase untuk penanganan kebakaran yang tidak berfungsi secara maksimal. ”Api terlalu besar sehingga cepat sekali meludeskan bangunan,” kata pegawai Pemprov Kalteng yang enggan disebut namanya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api. Akibat kebakaran tersebut, ruang kepala biro keuangan dan kepala biro perekonomian, termasuk ruang tata usaha sekretaris daerah dan gubernur, ludes.

Pj Gubernur Hadi Prabowo mengatakan, kebakaran terjadi sesaat setelah listrik menyala. Sebelumnya, memang terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Hal tersebut terungkap dari seorang staf biro keuangan, Yuni, yang tidak bisa menyalakan komputer untuk mengetik surat. Sekitar pukul 13.00, Yuni datang ke kantor setelah ditugaskan kepala biro keuangan untuk mengetik surat. ”Ada buku tamunya di pos penjagaan,” ucap Hadi.

Namun, karena listrik padam, Yuni mengurungkan niatnya dan mengembalikan kunci ke pos penjagaan, lalu pulang. Selebihnya, tidak ada staf yang lembur. Waktu itu ada tujuh orang yang piket.

Sekitar pukul 14.15, konsultan pengawas yang bernama Wirawan melihat kepulan asap dan kobaran api di bagian tengah gedung. Tepatnya di lantai 1 yang ditempati biro perekonomian. Lalu, dia melapor kepada anggota satpol PP. Tapi, api tidak bisa dicegah. ”Jadi, titik awal api dari lantai 1 biro perekonomian. Kami sudah minta keterangan. Selebihnya, saya minta penyidik Polri untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Menurut Hadi, hingga kemarin, nilai kerugian belum dihitung. Seluruh dokumen dan uang yang terbakar akan diinventarisasi. Untuk masalah keuangan, pihak- nya bakal meminta bantuan badan perencanaan dan pembangunan daerah (bappeda). ”Nanti kami mintakan data yang baru. Bila perlu, 150 staf biro keuangan ngantor di aula bappeda agar koordinasi berjalan cepat,” tutur dia.

Di lokasi kejadian, Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang mengatakan, pengusutan kasus kebakaran itu sesuai arahan Kapolda. Sejumlah nama sudah masuk daftar saksi, termasuk kepala biro keuangan dan perekonomian. ”Nanti, fakta di lapangan dan keterangan saksi akan disinkronkan dengan temuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya.”

Ditanya soal kemungkinan sabotase, Jukiman menyatakan bahwa semua petunjuk belum mengarah ke dugaan itu. ”Kalau itu ( sabotase), masih jauh,” terang dia.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Fakhrizal mengatakan bahwa pihaknya akan menurunkan tim dari Surabaya untuk mengusut kasus kebakaran tersebut. Ren- cananya, tim itu tiba hari ini. ”Secepatnya kami police line (lokasi kebakaran),” tegas Fakhrizal.

Saat ditanya soal indikasi sabotase dan penghilangan alat bukti kasus korupsi melalui kebakaran, dia enggan memastikan. ”Sampai sejauh ini tidak ada. Makanya, kami secepatnya pasang police line untuk mengetahui apakah kebakaran itu disengaja atau tidak,” tutur dia. Kapolda juga menepis isu bahwa polisi sedang mengusut kasus korupsi di lingkungan pemprov. ”Kami menunggu hasil tim forensik,” ucap dia.

Asisten Manajer Jaringan PLN Area Palangka Raya Andi Seno membenarkan bahwa pihaknya melakukan pemadaman bergilir di area Jalan RTA Milono saat siang. Pemadaman berlangsung tidak lama. ”Palangka Raya 1 padam pada pukul 12.19 dan hidup pada pukul 13.47. Laporan kebakaran diterima pemadam kebakaran pada pukul 14.30 dan diterima PLN pada pukul 14.32,” tulisnya di media sosial. (ram/ okt/c11/agm/jawapos)