Misteri Negeri Dibalik Kabut

Misteri Negeri Dibalik Kabut

555
0
BAGIKAN KE
Misteri Negeri Dibalik Kabut

Misteri Negeri Dibalik Kabut

Di ujung timur bagian selatan negeri ini ada kota dibalik kabut misteri. Posisinya tidak ada di dalam peta dunia masa kini. Tapi disana ada hamparan rumput hijau yang berlanjut ke dalam hutan permai. Hutan rimba itu beratapkan dahan dan cabang-cabang pohon yang membentuk balairung. Batang-batang pohonnya berdiri tegak bagaikan pilar-pilar yang teramat kokoh.

Kalau engkau bisa kesana, kau akan melihat jalan yang berliku, datar dan juga mendaki. Dibalik cahaya yang temaram, siapapun akan melangkah dalam keheningan yang damai. Bahkan para peri bisa berjalan tanpa suara dan bunyi langkah kaki. Dan ketika kau melihat hutan di kedua sisi yang semakin rapat, jalan pun akan semakin menurun, menuju lembah yang indah. Untuk bisa sampai ke lembah itu, kau harus melewati lipatan bukit dan melalui semak perdu dan hamparan bunga warna-warni yang mewangi.

Ada satu jalur disisi bukit untuk laju berkuda, yang hampir tak nampak di antara semak-semak disisi kanannya. Jika mau, ikutilah jalur itu, yang membelok naik ke tebing berhutan. Ikuti terus jalan itu sampai pada puncak bahu bukit didataran lembah sungai yang sangat jernih airnya. Lalu keluarlah dari bayangan pepohonan dan lihatlah ada hamparan rumput hijau, terpantul dari sinar bulan.

Dan saat kau berjalan sejauh dua mil menyusuri ke arah depan, maka saksikanlah, disana tampak berdiri megah istana yang terbuat dari emas dan kristal, yang diapit oleh dua buah bukit yang menjulang tinggi. Disisi kanan dan kirinya, ada air terjun yang kadang berkabut. Airnya mengalir deras, memunculkan suara gemuruh yang damai. Di tengah-tengah itu semua, maka istana yang sungguh indah itu berada, tepat di tengah lembah dan berlatarkan gunung putih (bersalju) yang menjulang ke angkasa. Yang ikut berkilau saat ia terkena sinar rembulan.

Misteri Negeri Dibalik Kabut
Misteri Negeri Dibalik Kabut

Ya. Istana itu teramat indah dan megah. Bukan pula buatan tangan manusia yang lemah. Karena itulah siapapun akan terpana dibuatnya. Tapi ketika kau melihat ke arah depannya, di seberang jembatan masuk istana itu, terhamparlah hutan yang permai. Pohon-pohonnya menghijau dan menjulang tinggi meraih angkasa. Ranting dan daunnya rindang membentuk balairung. Disanalah, pada setiap malam bulan purnama, kau akan menyaksikan sesuatu yang indah, lebih megah dan tak terlupakan. Para peri dan manusia bijak duduk berdampingan lalu berbincang-bincang. Mereka juga mendengarkan syair dan nyanyian merdu dari bangsa peri yang terkenal itu. Di tengah mereka lalu berpijar api unggun, sementara disisi tempat perkumpulan itu, di tiang-tiang pohonnya, tergantung lentera warna-warni yang bercahaya emas dan perak menyala tenang.

Saat itu, peri-peri yang kulitnya bercahaya, yang parasnya sangat menawan dan mengenakan pakaian berwarna putih, hijau, kebiruan, coklat atau krem akan berdatangan dari segala penjuru negeri. Mereka lalu duduk di rerumputan, akar-akar pohon atau kursi-kursi yang disediakan dan mengelilingi api unggun. Beberapa dari mereka berjalan kian kemari dan membawa teko yang berisi air putih, sari buah dan susu. Mereka menuangkan air putih, sari buah atau susu itu pada cangkir – yang terbuat dari emas atau kristal – bagi yang menginginkannya. Yang lain membawakan berbagai jenis makanan dalam piring-piring dan nampan-nampan dari emas. Gerak-gerik mereka itu sangatlah halus dan santun, sehingga tak pernah terdengar suara riuh atau gaduh sedikitpun. Berada dekat dengan mereka akan selalu tercium bau wangi yang menyegarkan sekaligus menenangkan. Dan alunan musik serta nyanyian yang teramat merdu pun terus bergema. Membuat siapapun bisa terenyuh dan merasakan haru.