Menguak Kisah Perang Paricara Perang Dunia Pertama

Menguak Kisah Perang Paricara Perang Dunia Pertama

2789
0
BAGIKAN KE
Perang Paricara
Ilustrasi: Perang Paricara Perang Dunia Pertama

Perang Paricara Perang Dunia Pertama

Banyak sekali kisah, dongeng, cerita, mitos yang ada didunia ini yang sebenarnya memang benar benar terjadi dimasa lalu namun karena keterbatasan “alat dokumentasi” kisah-kisah itu hanya menjadi mitos belaka.┬áMau bagaimana lagi Masa itu memang belum ada suatau alat “recorder” untuk bisa mengabadikan kisah kisah tersebut sebagai sesuatu yang real. Kisah kisah itu didapatkan dari cerita orang-orang terdahulu, dari mimpi atau pengalaman spiritual pribadi. Begitu juga dengan Kisah Perang Paricara ini.

1. Kisah ini bermula jauh sebelum manusia di turunkan ke Bumi, bahkan Bumi pada saat itu juga belum dihuni oleh makhluk lainnya seperti bangsa Jin, Peri dan sebagainya. Bumi hanya dihuni oleh golongan hewan dan tumbuhan saja. Karena itulah suasana di Bumi masih sangat rupawan dan kehidupannya pun masih sangat alami dan menyejukkan hati.

Pada suatu ketika, Hyang Aruta (Sang Penguasa Jagad) menciptakan makhluk supranatural abadi yang diberi nama Ainur. Mereka terdiri dari tujuh sosok dengan kemampuan dan tugasnya masing-masing. Golongan Ainur ini tidak sama dengan para malaikat, karena mereka memiliki kedudukannya sendiri. Bahkan para malaikat saja tidak banyak yang tahu tentang keberadaan mereka ini. Sebab para Ainur tersebut selalu berada di satu tempat yang khusus dan tidak ada seorang pun yang bisa kesana kecuali atas izin Tuhan. Hanya sesekali saja mereka keluar dari kediamannya, dan itu hanya atas perintah dari Tuhan.

perang paricara
Ilustrasi: Perang Paricara

Tuhan Sang Penguasa kehidupan, Yang Maha Esa dan Mengetahui segalanya lalu memerintahkan ke tujuh Ainur itu untuk menciptakan tujuh benda pusaka lengkap dengan kekuatan dan keajaibannya. Tujuan dari penciptaan ini adalah sebagai alat bantu kekuatan dan ujian bagi setiap makhluk yang kelak mendapatkannya. Singkat cerita, maka diputuskanlah bahwa pusaka itu berbentuk mustika batu mulia yang berwarna warni lengkap dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Di antara warnanya adalah putih, biru, merah, hijau, kuning, unggu dan hitam. Setiap mustika memiliki kemampuan khusus, tapi secara umum kekuatan dan manfaatnya sama. Setiap mustika pun mempunyai namanya sendiri, yaitu Huya (putih), Muya (biru), Kuya (merah), Fuya (hijau), Suya (kuning), Luya (unggu), dan Guya (hitam).

Setelah ke tujuh mustika itu diciptakan oleh para Ainur, maka sekali lagi Hyang Aruta (Tuhan) memerintahkan mereka untuk menciptakan tiga buah mustika lainnya. Kali ini kekuatannya harus melebihi kekuatan dari ke tujuh mustika sebelumnya. Ia harus diciptakan tidak lagi dengan cara sendiri-sendiri, melainkan ke tujuh Ainur itu harus bersama-sama menciptakannya. Artinya, ketiga mustika itu harus tercipta dari gabungan kemampuan dari ke tujuh Ainur tersebut. Dan singkat cerita, ketiga buah mustika warna warni pun berhasil diciptakan dari gabungan kesaktian, kebijaksanaan, dan kemuliaan dari ke tujuh Ainur itu. Setiap mustika lalu berwujud warna-warni yang berlapis-lapis seperti warna pelangi, terang bercahaya dan memancarkan aura magis yang tiada banding. Sama dengan yang ke tujuh mustika sebelumnya, maka ketiga mustika itu juga diberi nama, yaitu Maruya, Kuraya dan Hasiya.

Perang Paricara Perang Dunia Pertama
Ilustrasi: Perang Paricara Perang Dunia Pertama

Selanjutnya, setelah ke sepuluh mustika itu tercipta, maka untuk yang ketiga kalinya Hyang Aruta (Tuhan) memerintahkan kepada salah satu dari ke tujuh Ainur itu untuk menuliskan sebuah kitab rahasia yang kemudian diberi nama Dharmayata. Ainur yang di tunjuk saat itu bernama Mahsyira. Ia di perintahkan untuk menguraikan tentang berbagai ilmu dan seluk beluk dari ke sepuluh mustika yang kemudian diberi nama Mahayasya tersebut. Setelah selesai, Mahsyira lalu diperintahkan untuk membuatkan sebuah peti khusus untuk menyimpan ke sepuluh mustika dan buku yang berhasil diciptakan itu. Selanjutnya, peti dan isinya lalu disimpan di suatu tempat khusus selama waktu yang diinginkan Tuhan. Dan ketika waktunya telah tiba, pusaka sakti tersebut akan di turunkan ke alam semesta, untuk dipergunakan oleh ke tujuh makhluk yang ada. Di antara makhluk yang dimaksudkan itu adalah dari golongan, Jin, Peri, Manusia, Karudasya (campuran antara manusia dan hewan di darat atau air), Cinturia (campuran manusia dan hewan yang terbang), Ruwan (kurcaci) dan Naga.