Bukti Nyata Kejayaan Nusantara Pernah Menguasai Dua Per Tiga Dunia

Bukti Nyata Kejayaan Nusantara Pernah Menguasai Dua Per Tiga Dunia

12000
7
BAGIKAN KE
Bukti Nyata Kejayaan Nusantara

Bukti Nyata Kejayaan Nusantara Pernah Menguasai Dua Per Tiga Dunia

Sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada.

“Bahkan lebih dari itu, kami menemukan bukti tentang kebesaran leluhur Nusantara Kuno yang disekitar 10.000 tahun sebelum masehi sudah menguasai Dua Per-Tiga Bumi”.

Data yang kami peroleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh semua orang bukti bukti Nyata Kejayaan Nusantara Pernah Menguasai 2/3 Dunia.

Selain itu kami juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno.

Berhubungan dengan pencitraan sejarah sebagai mitos, kami juga berhasil menemukan bukti bahwa beberapa cerita mitos itu adalah benar adanya, bukan hanya sekedar cerita pengantar tidur atau celoteh dongeng keheroikan belaka (seperti keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi, dll.)

Kami juga berhasil memetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir menjadi tiga:
– Jaman Kali [Jaman Besar], dan setiap Jaman Kali kami bagi menjadi tujuh.
– Jaman Kala [Jaman Sedang], dan 1 Jaman Kala kami bagi menjadi tiga
– Mangsa Kala [Jaman Kecil], serta berhasil mengurutkan sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara yang mayoritas dihilangkan dari sejarah resmi.

Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan kebesaran tradisi yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kebesaran tradisi kita itu telah dihilangkan dengan masuknya ajaran-ajaran baru.

Bahkan ajaran-ajaran baru cenderung mem-vonis tradisi kuno menjadi animisme, dinamisme dan politeisme. Padahal ada beberapa teknologi terapan masa lalu yang sangat efektif dan menjadi kekuatan kehormatan dari kebesaran leluhur kita yang sebetulnya masih sangat relevan untuk digunakan oleh generasi kita sebagai pewaris teknologi tersebut, namun kita tidak pernah menyadarinya.

Sebagai contoh, dalam Kitab Negara Kertagama terdapat aturan bahwa setiap Adipati harus menghadap ke pusat kerajaan [Kerajaan Induk] setiap 35 hari sekali.

Diandaikan bila hal itu terjadi di era Kerajaan Majapahit, Adipati dari Kadipaten Magadha [sekarang Bandung] untuk mencapai ke Trowulan pasti butuh waktu lebih dari dua minggu. Karena pada masa itu belum ada jalan raya dan mayoritas daerah sepanjang perjalanan masih berupa hutan belantara, juga belum terdapat sarana transportasi modern seperti saat sekarang ini.

Belum lagi para Adipati yang memerintah di luar pulau Jawa, seperti Adipati dari Kadipaten Tamgaram [sekarang Lampung] atau Adipati dari Kadipaten Madagascar [pulau dekat benua Afrika], bagaimanakah dan apakah sarana transportasi mereka untuk menghadiri Pisowanan Agung setiap 35 hari sekali itu.

Untuk perbandingan, saat gempa besar melanda Padang ternyata bantuan yang lewat darat sampai lebih dari sebulan kemudian belum bisa merata ke daerah Padang Pariaman, hingga hanya bisa didistribusikan melalui transportasi udara. Bisa dibayangkan teknologi jenis apakah yang dipakai oleh para Adipati kita pada jaman Majapahit untuk berpindah tempat pada saat itu, di saat mereka masih harus menembus medan yang tidak ada jalannya yang penuh dengan hutan belantara, bahkan sebagian harus menyeberangi lautan yang luas, sementara mereka sendiri masih harus menjalankan roda pemerintahan di Kadipaten-nya masing-masing.

“Maka kamipun kemudian sadar bahwa ada tekanan dari beberapa negara besar yang mendorong supaya kita melupakan dan menyepelekan tradisi asli kita, karena hanya dengan tradisi warisan leluhur, maka kita bisa bangkit dari keterpurukan, juga semangat nasionalisme generasi muda akan menjadi bangkit lagi kalau kita berhasil menunjukkan ke mata dunia bahwa kita bukanlah Negara kecil”.

Kita akan sanggup membantah setiap klaim dari Malaysia, karena terdapat juga bukti bahwa kita bangsa asli Nusantara bukanlah orang Melayu dan orang Melayu pada masa lalu hanyalah prajurit biasa dari wilayah yang menginduk kepada Nusantara di era kerajaan-kerajaan leluhur kita pada jaman dulu.

Untuk dampak positif ekonomi, dengan meng-ekspos kebesaran Nusantara akan ber-imbas ke bangkitnya peningkatan perekonomian di daerah yang candi-candinya menjadi bukti kebesaran Nusantara.

Candi-candi itu saat ini tersebar mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Sangat disayangkan mencermati para arkeolog kita hanya menganggap cerita dalam relief-relief tersebut hanya sebatasan kisah Ramayana, Sudamala, dll., sehingga sejarah kisah aslinya tidak pernah dipelajari dan terungkap.

Saatnya untuk generasi muda kita berhak mengetahui betapa luhur dan terhormatnya sebetulnya bangsa kita ini.

Di Indonesia terdapat berbagai macam candi. Terutama di pulau Jawa ada bermacam-macam candi yang tersebar mulai dari Jawa Timur sampai ke ujung Barat pulau Jawa.

Namun ada beberapa kejanggalan yang bisa dilihat di beberapa candi yang ada di Pulau Jawa. Kejanggalan terlihat dari patung dan relief yang ada.

Kalau pengukuran secara tahun oleh arkeolog benar maka banyak hal yang tidak masuk akal di tiga candi yang telah kami teliti yaitu Candi Cetho , Candi Sukuh dan Candi Penataran.

Candi Cetho

Bukti Nyata Kejayaan Nusantara Pernah Menguasai Dua Per Tiga Dunia
Kejayaan Nusantara

  • Anang Wifi

    Subhanalloh….Nusaantara

  • M. Rafli

    Kapan Bangkitnya lagi ya…hahahaha

  • Fitman Zain

    Rajanya nusantara yaitu Nabi Sulaiman AS, dimana dikatakan bahwa Nabi Sulaiman AS diberikan kerajaan yang begitu besar oleh Allah yang tidak ada yang seperti itu lagi sebelum dan sesudahnya dari segi perkakas, teknologi dll. Pusatnya ada di candi Borobudur. Coba perhatikan patung Buta (page 9) dibagian bentuk kain yang bergelombang. Itu khas pekerjaan dari Jin, dengan teknik peleburan batu yang hanya mampu dilakukan oleh bangsa Jin yang memang berasal dari unsur api. Jadi bisa dikatakan dengan kemajuan peradaban zaman itu urusan jarak bukan lagi permasalahan. Satu hal lagi, bila ingin membuat bangunan yang bertahan ribuan tahun sebagai bukti, petunjuk bagi peradaban berikutnya buatlah ia dari batu. Karena plastik, besi dll tidak mungkin bisa bertahan ribuan tahun. hal ini dikarenakan titik leleh dari batu cukup besar dan tersedia dalam jumlah melimpah

    • Goes Jayoe

      Waduh mana ad sejarah nabi d indonesia… bahkan sejarah nusantara lbh tua dr sejarah agama

    • Yeni Anggreini

      jika kita menilik kisah nabi sulaiman, bisa jadi kerajaan yang dibangun adalah pantai selatan. Seperti yg kita ketahui nabi sulaiman juga dapat berkomunikasi dengan makhluk ghoib, dan bisa jadi kanjeng nyai roro kidul merupakan makhluk ghoib yang disuruh nabi sulaiman untuk menjaga kerajaan di dasar laut selatan.

  • patrick yuniarto

    Ini artikel bagus dan mengelitik. Luar biasa

  • Yeni Anggreini

    tunggu mak lapir bangkit kali ya, tunggu pembalasanku… hekekekekek 😀