Kalau di Papua Bentrok di Malang Sholat Ied Di Halaman Gereja

Kalau di Papua Bentrok di Malang Sholat Ied Di Halaman Gereja

1242
0
BAGIKAN KE
sholat id di gereja

Kalau di Papua Bentrok di Malang Sholat Ied di Gereja beralas kertas koran dan sajadah mereka khusyuk menunaikan salat sampai berakhir khotbah berakhir. Halaman gereja yang terletak sekitar 100 meter dari masjid ini dipenuhi jamaah perempuan. Sedangkan jamaah laki-laki berada di depan gerbang sepanjang Jalan Basuki Rahmat Kota Malang.

Pengurus Gereja Paroki Hati Kudus Yesus, Yohanes Kristiawan, mengaku menyiapkan halaman gereja untuk ibadah salat Ied sejak pukul 05.00 WIB. Pintu gerbang gereja dibuka lebar untuk umat muslim.

Begitu pintu gerbang halaman gereja dibuka, ribuan jamaah berduyun-duyun masuk. Mereka menggelar kertas koran dan sajadah untuk alas salat.

Karena jumlah jamaah yang hendak menunaikan salat Idul Fitri di Masjid Agung Jami, Kota Malang, Jawa Timur, mencapai ribuan orang, sebagian di antara mereka membentangkan sajadah di halaman Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus.

“Jamaah tak hanya warga Malang, ada yang berasal dari daerah lain sekitar Malang,” kata Ketua Takmir, Kiai Haji Zainudin Abdul Muchid saat memberi sambutan sebelum salat.

Zainuddin menjelaskan bahwa komunikasi dan sikap toleransi terjalin antar pemuka agama. Jika pimpinan harmonis, menurutnya, jemaah juga mengikuti. Salah satu bentuk kerukunan ialah saat gereja ulang tahun, takmir masjid mengirim ucapan ulang tahun.

Dalam kesempatan lain, pengurus gereja turut berpartisipasi dalam kebersihan seusai salat Ied. “Saya bersama tiga teman dan seorang pasukan kuning membersihkan kertas koran,” kata pengurus gereja, Yohanes Kristiawan, kepada kontributor BBC Indonesia, Eko Widianto.

Bahkan, saat Idul Fitri tahun lalu, pihak gereja menunda kebaktian untuk memberikan kesempatan umat muslim beribadah. Saat itu, Lebaran jatuh tepat pada hari Minggu.

Sementara itu, jamaah salat Ied mengaku bersyukur diijinkan menjalankan salat di halaman gereja.

Wahyuni, warga Turen rela menempuh perjalanan sejauh 25 Kilometer untuk salat Idul Fitri. Mendekati waktu salat, ia masuk pelataran gereja salat bersama. “Kerukunan antar umat harus dijaga. Dalam situasi apapun,” ujarnya.

Sikap toleransi itu diakui Wali Kota Malang Mochamad Anton terjalin baik. Jalinan kebersamaan berlangsung lama, saat bulan puasa lalu umat muslim mengajak umat lain buka bersama. “Tadi malam umat Kristen, Katolik, Hindu dan Budha ikut takbir keliling,” katanya.

sumber:bbc