Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi

Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi

1723
0
BAGIKAN KE
susu sapi berbahaya

Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi

Manfaat Susu Sapi? Selama ini Kita hanya dicekokin Informasi yang sangat jauh dari kebenaran. Bagaimana tidak kita setiap hari disuguhi iklan poster baik di media cetak maupun media informasi lainya tentang manfaat dari susu sapi untuk manusia.

Seperti yang telah kita ketahui dan yang telah kita pelajari sejak lama, bahwa kita harus mengonsumsi susu sejak lahir hingga menutup mata (meninggal) sedangkan menurut dokter Tan manusia hanya mengonsumsi susu sejak 0-2 tahun saja itupun hanya ASI.

Seorang dokter gizi, yaitu dr. Tan Shot Yen, tidak pernah paham dengan alasan mengapa manusia harus mengonsumsi susu selama usia pertumbuhan yang bukan dari ASI, apalagi sepanjang hayat.

Semua ini hanyalah bisnis multi milyar dollar, tentang Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi yang belum diketahui khalayak ramai. Benarkah susu sapi baik untuk kesehatan? Benarkah susu sapi baik untuk tulang? Atau malah sebaliknya, bahwa semua itu hanya sekedar bualan belaka?

Letak permasalahannya bukan pada perdebatan, atau siapa yang salah dan siapa yang benar.

Jika pendapat pakar (yang bisa salah bisa benar) saja yang dijadikan pegangan, maka kepentingannya terletak justru pada si pakar tersebut, dan apa atau siapa yang dibelanya.

Pastinya ada unsur kepentingan  dibalik opini-opininya, dari pihak mana yang mendukungnya untuk menyuarakan pendapatnya itu.

Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi
Manfaat Susu Sapi

Begitu pula dengan menghadapi semua paparan, karena itu dr. Tan Shot Yen selalu menyertakan bacaan atau sumber informasi lain sebagai pembanding, jika pembaca membutuhkannya untuk memperluas pandangan serta cara menilai kebenarannya, sehingga pada akhirnya kita sama-sama paham, siapa yang diuntungkan dan bukan untuk kesehatan manusia.

“Karena itu, ilmu kesehatan sangat tidak mungkin berdiri sendiri. Kita perlu merujuk pada antropologi, sejarah pola hidup dan pola makan manusia, sejarah kepentingan teknologi industri pangan maupun kesehatan, dan kembali lagi: apakah cocok untuk kesejahteraan manusia yang optimal lahir-batin-mental-spiritual?”, jelas dr. Tan Shot Yen.

“Saya tidak pernah paham dengan alasan mengapa manusia harus mengonsumsi susu selama usia pertumbuhan yang bukan dari ASI, apalagi sepanjang hayat – seakan-akan bahasanya seperti yang sering dipakai di kalangan pergaulan anak gadis saya: “Nggak cocok? Ya paksain aja!”, tambahnya.

Beberapa Poin Penting Yang Anda Harus Ketahui

Berikut ini adalah beberapa poin penting yang harus anda ketahui tentang susu sapi yang selalu diyakini masih sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi dan anak-anak manusia, tapi juga untuk seluruh usia dan masih dikonsumsi oleh milyaran orang di dunia.

Fakta Dibalik Kebohongan Manfaat Susu Sapi
Manfaat Susu Sapi ?

1. Susu Bukan Konsumsi Alamiah Untuk Selamanya

Kita perlu belajar dari hewan menyusui. Bahwa susu hanya cocok sebagai “makanan antara”, ketika bayinya belum sanggup mengunyah dan mencerna. Begitu bisa tegak, berjalan, mencari makan dan mampu mengunyah makanan padat, maka susu bukan lagi konsumsi alamiahnya.

Hal ini bukan berarti bahwa kita menyamakan manusia dengan hewan menyusui, tapi kita harus dan merasa perlu belajar dari alam, fakta dan menyadari berbagai unsur permainan “kepentingan yang lain” di balik jargon kesehatan yang hanya dipakai untuk nilai jual.

Faktanya, enzim pencernaan manusia untuk mencerna susu juga sudah mulai menyusut pada usia 2-3 tahun. Bersamaan dengan itu, gigi manusia pun sudah komplit di usia dua tahun. Lepas dari susu, kunyah makanan padatnya.

2. Untuk manusia, alam tidak menyediakan susu apa pun, selain Air Susu Ibu (ASI)

Alam tidak menyediakan susu apa pun selain ASI untuk konsumsi manusia. Susu sapi hanya untuk generasi penerus sapi. Susunannya pun sama sekali tidak cocok untuk manusia.

Manfaat Susu Sapi
Manfaat Susu Sapi

Sekali lagi, komposisi susu sapi hanya untuk membuat anak-anak sapi gemuk, bertulang besar, tidak perlu pandai, apalagi menikmati umur panjang. Artinya, susu sapi alami sama sekali tidak cocok untuk manusia.

Karena “dipaksakan” supaya cocok, maka agar tidak mengandung bakteri, manusia melakukan sterilisasi susu antara lain dengan pasteurisasi (pasteurizing). Efek sampingnya? semua zat gizi susu rusak total, karena itu setelah proses sterilisasi perlu diimbuhkan atau ditambahkan berbagai zat alin supaya kelihatan “bergizi”, proses pasca sterilisasi inilah membuat heboh ‘menyusup’nya bakteri.

Begitu pula agar kolesterol susu sapi yang tinggi tidak membuat manusia kegemukan dan naik kolesterolnya, maka ditemukanlah teknik yang membuat agar susu sapi mendapat istilah ‘skim’, karena minyaknya ditarik atau diambil. Efek sampingnya? manusia tetap gemuk!

Karena bukan melulu kolesterol yang bermasalah, tapi gula susu (Laktosa) dan keasamannyalah yang membuat tulang justru semakin keropos! Supaya “cocok” juga untuk kebutuhan kecerdasan anak manusia, maka ada pemaksaannya lainnya yaitu melalui jalur teknologi.