Wejangan Nabi Hidir Untuk Sunan Kalijaga

Wejangan Nabi Hidir Untuk Sunan Kalijaga

3151
0
BAGIKAN KE
Wejangan Nabi Hidir Untuk Sunan Kalijaga
Wejangan Nabi Hidir Untuk Sunan Kalijaga

Wejangan Nabi Hidir Untuk Sunan Kalijaga

Diceritakan bahwa Sunan Kalijaga pernah bertemu dengan Nabi Khidir, dimana dalam momen pertemuan keduanya, Nabi Khidir (baca: Hakikat Nabi Hidir) dengan penuh perhatian pernah memberikan wejangan kepada Sunan Kalijaga.  Wejangan tersebut sangat menarik dan tentunya penting sekali diketahui oleh kita yang dilanda rindu akan ajaran-ajaran yang menyegarkan. Berikut ini adalah isi wejangan tersebut :

“ Matahari berbeda dengan Bulan “, perbedaannya terdapat pada cahaya yang dipancarkannya sudahkah hidayah iman terasa dalam dirimu? Tauhid adalah pengetahuan penting untuk menyembah pada Allah, juga makrifat harus kita miliki untuk mengetahui kejelasan yang terlihat, ya ru’yat (melihat dengan mata telanjang) sebagai saksi adanya yang terlihat dengan nyata.

Maka dari itu kita dalami sifat dari Allah, sifat Allah yang sesungguhnya, Yang Asli, asli dari  Allah. Sesungguhnya Allah itu, allah yang hidup. Segala afalnya (perbuatanya) adalah bersal dari Allah. Itulah yang demaksud dengan ru’yati. Kalau hidupmu senantiasa kamu gunakan ru’yat, maka itu namanya khairat (kebajikan hidup). Makrifat itu hanya ada di dunia. Jauhar awal khairat (mutiara awal kebajikan hidup), sudah berhasil kau dapatkan. Untuk itu secara tidak langsung sudah kamu sudah mendapatkan pengawasan kamil (penglihatan yang sempurna). Insan Kamil (manusia yang sempurna) berasal dari Dzatullah (Dzatnya Allah). Sesungguhnya ketentuan ghaib yang tersurat, adalah kehendak Dzat yang sebenarnya. Sifat Allah berasal dari Dzat Allah. Dinamakan Insan Kamil kalau mengetahui keberadaan Allah itu. Bilamana tidak tertulis namamu, di dalam nuked ghaib insan kamil, itu bukan berarti tidak tersurat. Ya, itulah yang dinamakan puji budi (usaha yang terpuji). Berusaha memperbaiki hidup, akan menjadikan kehidupan nyawamu semakin baik. Serta badannya, akan disebut badan Muhammad, yang mendapat kesempurnaan hidup”. Syekh Malaya berkata lemah lembut, “mengapa sampai ada orang mati yang dimasukkan neraka? Mohon penjelasan yang sebenarnya”.