Bangkitnya Raja Kegelapan

Bangkitnya Raja Kegelapan

1655
0
BAGIKAN KE
Pangeran Kegelapan

Bangkitnya Raja Kegelapan

Wahai saudaraku. Dahulu kala, saat peradaban manusia masih muda dan belum ada hitungan untuk minggu, raja kegelapan hampir sepenuhnya menguasai dunia ini. Ada banyak raja manusia dan jin yang menjadi pelayannya. Ada banyak pula rakyat jelata yang dijadikan sebagai budaknya. Mereka semua diberi kekuatan, tapi untuk kejahatan yang luarbiasa. Hanya sebagian manusia dan bangsa peri yang melawan, karena mereka itu takkan pernah mengabdi kepada raja kegelapan itu. Mereka mungkin takut padanya, tapi mereka takkan mau melayaninya. Sebagai seorang kesatria mereka tetap berjuang dan mempertahankan diri dengan segala upaya. Dan karena sikap itu, mereka dapat bantuan yang tak terkira, yang bisa mengalahkan penguasa kegelapan itu dan semua bala pasukannya.

Ya. Itulah kisah masa lalu di dunia ini. Zaman itu sudah lama sekali terjadi dan orang-orang telah melupakannya. Tapi kegelapan tidak akan pernah lupa pada kekalahannya dulu. Dengan dendam yang terus membara, ia tetap ingin menghancurkan peradaban manusia. Dia akan tetap berjuang tanpa berhenti meski ia pernah gagal di masa lalu. Kegagalan di masa lalu itu justru menjadi pelajaran berharga baginya. Dan kini, disaat kondisi manusia semakin lemah dan lupa diri, dia (raja kegelapan) telah bangkit kembali dan mulai melakukan perhitungan. Sosoknya bahkan sudah berada dekat, sangat dekat dan mulai memperalat umat manusia lagi – terutama para pemimpinnya. Oleh sebab itu, kini semakin banyak pribadi yang terjerat bujuk rayunya lalu melakukan kerusakan.

Sungguh, penguasa kegelapan itu sangat hebat dan licik. Tipu dayanya sangat halus dan terlihat benar. Karena itulah, tanpa sadar banyak orang yang telah menjadi pengikutnya yang setia. Mereka itu itu adalah orang-orang yang senang berdebat dan tak ingin berdamai. Merasa paling benar dan tak suka melihat orang lain benar. Senang dengan kerusakan dan alergi pada rasa cinta dan kasih sayang. Sifat iri, dengki, egois dan munafik selalu dipupuk. Terus menerus dalam menumpuk harta, mengejar jabatan dan nafsu syahwatnya. Suka pamer dan pencitraan, banyak omong dan sedikit bekerja, bahkan suka berbohong dengan mengumbar janji palsu. Mereka juga suka berkhianat dan ibadah kepada Tuhan pun dengan niatan transaksional belaka. Padahal mereka itu nanti, yang ketika diperintahkan untuk berperang oleh sang raja kegelapan, akan ikut berperang tanpa berpikir benar salahnya dulu. Saling bantai tanpa alasan yang jelas. Hidup penuh dosa bahkan senang dalam kehancuran tanpa bisa menyadarinya. Benar-benar diperbudak oleh penguasa kegelapan itu tanpa bisa membebaskan diri. Terus terikat, hingga akhirnya hidup seperti mati.