Jokowi Kembali Siapkan Reshuffle Jilid II

Jokowi Kembali Siapkan Reshuffle Jilid II

228
0
BAGIKAN KE
Jokowi Kembali Siapkan Reshuffle Jilid II

Jokowi Kembali Siapkan Reshuffle Jilid II

JAKARTA – Wacana jilid II Kabinet Kerja menggeliat. Seharian kemarin (3/11) terjadi aktivitas tokoh partai yang mengantisipasi keluarnya keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk kembali merombak jajaran kabinetnya.

Bukan hanya itu, kemungkinan waktu pelaksanaannya pun telah dimunculkan Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang baru belakangan menyusul masuk dalam barisan pendukung pemerintah Istana Negara Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara tadi malam.

Melalui Ketua DPP PAN Yandri Susanto, reshuffle kabinet disebut berpeluang dilakukan dalam waktu dekat, yaitu pertengahan bulan ini. Atau setidaknya setelah perhelatan pilkada serentak 9 Desember nanti.

”Kecenderungan (PAN, Red) diajak (masuk kabinet) sangat tinggi. Tetapi, itu belum bisa dipastikan. Namun, kalau diajak, insya Allah PAN akan menyiapkan kadernya,” kata Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, Yandri juga menyinggung pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara tadi malam. Undangan Jokowi itu sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Republik Finlandia Sauli Niinisto. ”Beliau (Zulkifli) hadir dalam kapasitas ketua MPR,” katanya.

Menurut Yandri, meski pertemuan resmi itu adalah makan malam dengan kepala negara sahabat, tidak tertutup kemungkinan ada perbincangan terkait hal lain. Dalam hal ini, bisa saja Presiden Jokowi dengan ketua umum PAN membahas isu reshuffle. ”Kalau mereka berdua ketemu kan bebas saja. Kalau ketemu menyinggung- nyinggung yang lain itu biasa,” ujar sekretaris Fraksi PAN tersebut.

Pada hari yang sama, para elite parpol Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu dihadiri para pimpinan parpol KIH, kecuali dari PAN.

Tampak hadir di kediaman Megawati Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum PPP (versi muktamar Surabaya) M. Romahurmuziy, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Partai Nasdem diwakili Ketua Fraksi Victor Laiskodat karena sang Ketua Umum Surya Paloh tengah menjadi juru kampanye pilkada di Sulawesi Utara dan Maluku sejak Senin (2/11).

Sekitar pukul 16.00 pertemuan itu usai. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang didapuk sebagai juru bicara menyatakan, pertemuan kemarin sebatas pertemuan yang rutin dilakukan para pimpinan KIH. ”Pertemuan ini membahas dinamika politik Indonesia saat ini,” kata dia.

Ditanya terkait isu reshuffle, soal adanya peluang PAN masuk kabinet, Hasto menyatakan, tidak ada pembahasan soal itu di pertemuan elite KIH. Menurut dia, parpol di KIH tidak memiliki kapasitas untuk membahas kocok ulang kabinet. ”Dari dulu sikap kami serahkan sepenuhnya kepada presiden. Jadi, pertemuan ini dilakukan sebelum pertemuan dengan Bapak Presiden (Jokowi),” ujarnya.

Berbeda, sumber dari salah seorang petinggi partai di KIH justru mengakui bahwa pertemuan di kediaman Megawati juga membicarakan wacana reshuffle yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Termasuk kemungkinan masuknya sejumlah kader PAN dalam kabinet. ”Intinya, ada kesepahaman dan harapan bersama dalam pertemuan bahwa kalaupun nanti ada perombakan (kabinet), itu seharusnya tidak mengganggu yang sudah ada (komposisi kader parpol, Red),” ungkapnya.

Meski demikian, dia melanjutkan, juga berkembang kesadaran di antara elite parpol yang melakukan pertemuan tentang kemungkinan bakal tidak terpenuhinya harapan tersebut. Sebab, mereka sadar ada elemen lain di luar parpol di sekitar presiden yang hingga saat ini punya pengaruh begitu kuat. ”Terus terang, kami tidak bisa berharap banyak. Jadi, kita lihat saja nanti,” ucapnya.

Dia kemudian menceritakan pernyataan bernada penyesalan yang sempat diungkapkan Megawati dalam pertemuan. Dia menyinggung jumlah pemilih PDIP pada Pemilu 2014 yang mencapai lebih dari 23 juta. ”Kalau bicara soal memenuhi suara rakyat, suara relawan, apakah yang memilih kita (PDIP, Red) kemarin ini bukan rakyat?” katanya menirukan keluhan Mega, sapaan Megawati.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang peserta pertemuan kemudian sempat menggulirkan perlunya partai-partai anggota KIH melakukan show of force. ”Bentuknya seperti apa, belum sampai ke sana. Karena (pertemuan) tadi memang seperti ngobrol-ngobrol biasa saja,” pungkasnya.

Sumber Jawa Pos di lingkaran istana mengatakan, bergabungnya PAN dalam gerbong pemerintahan Jokowi-JK memang mengubah konstelasi politik di internal parpol pendukung pemerintah. ”Otomatis PAN juga akan masuk Kabinet Kerja,” ujarnya kemarin.

Pembahasan awal terkait jatah kursi untuk PAN pun sudah mulai dilakukan di level presiden dan wakil presiden. Komposisi yang bakal ditawarkan kepada PAN adalah satu kursi ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dan dua kursi menteri.

Kursi ketua KEIN rencananya diplot untuk Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN yang juga pengusaha Soetrisno Bachir. Adapun untuk kursi menteri, salah satu opsi yang disebut adalah menteri riset, teknologi, dan pendidikan tinggi (Menristekdikti) yang saat ini dijabat Muhammad Nasir. ”Satu lagi kursi menteri di bidang ekonomi,” katanya.

Me- reshuffle Nasir yang sempat terpilih sebagai rektor Universitas Diponegoro memang menjadi pilihan yang relatif aman. Meski memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, latar belakangnya masuk kabinet adalah seorang profesional.

Sementara itu, kursi menteri di bidang ekonomi masih terus di- matangkan. Sebab, ada suara-suara dari internal partai pendukung pemerintah yang kurang setuju jika PAN yang tidak ikut bersusah payah langsung mendapat dua kursi menteri.

Menariknya, kemarin sore Wakil Ketua Umum PAN yang juga ekonom senior Didik J. Rachbini terlihat menyambangi Kantor Wakil Presiden. Saat dikonfirmasi, Didik yang juga disebut sebagai seorang di antara lima kader PAN yang namanya disodorkan kepada Jokowi mengaku hanya berbicara tentang masalah-masalah umum, tidak terkait dengan reshuffle.

’’Kalau menebak-nebak, ya silakan saja,’’ ujarnya saat ditanya apakah kedatangannya terkait dengan tawaran untuk masuk dalam Kabinet Kerja.

Sebagaimana diketahui, PAN dikabarkan sudah menyodorkan lima nama kepada Jokowi-JK untuk mengisi posisi menteri. Selain Didik, empat lainnya adalah Sekjen PAN Eddy Soeparno, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Wakil Ketua Umum PAN Asman Abnur, serta Hanafi Rais, wakil ketua Komisi I DPR yang juga putra pendiri PAN Amien Rais. (bay/dyn/ owi/byu/c9/kim/jawapos.com)