Update Tragedi Mina Tiga Korban Tewas dari Batam dan Jatim

Update Tragedi Mina Tiga Korban Tewas dari Batam dan Jatim

1222
0
BAGIKAN KE
Update Tragedi Mina Tiga Korban Tewas dari Batam dan Jatim

Update Tragedi Mina Tiga Korban Tewas dari Batam dan Jatim

MAKKAH – Tragedi Mina yang merenggut nyawa ratusan jamaah haji kembali terjadi. Kali ini lokasinya bukan di Jamarat (tempat melempar jumrah) atau di terowongan yang menuju Masjidilharan. Namun, di jalanan sekitar 1,5 kilometer mengarah ke lokasi pelemparan jumrah aqabah.

Hingga tadi malam pukul 23.00, Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi merilis total korban 719 jamaah meninggal dunia dan 863 jamaah terluka. Dari Indonesia, jamaah yang meninggal ada tiga Laporan.

Yakni, Hamid Atwi Tarji Rofia, 51; Busyaiyah Sahel Abdul Gafar, 50; dan satu jamaah lagi belum teridentifikasi.

Hamid berasal dari kloter Surabaya (SUB) 48 yang tinggal di maktab 2. Busyaiyah merupakan jamaah kloter Batam (BTM) 14 yang tinggal di maktab 1. Dua jamaah itu tinggal di tenda di Mina Jadid. ”Satu korban lagi belum teridentifikasi, tapi menggunakan pakaian jamaah Indonesia,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tadi malam.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Arab 204 Mina sekitar pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Jalan tersebut sekitar 500 meter dari Jalan Besar King Fahd. Jalan Arab menjadi lintasan jamaah Saudi, Mesir, Turki, dan Sudan. Mereka bermaksud melempar jumrah pertama aqabah pada pagi hari. Itu dilakukan agar cepat menyelesaikan jumrah pertama sehingga cepat tahalul (bebas ihram).

Lukman mengonfirmasi bahwa dua jamaah Indonesia itu meninggal karena tersasar atau tidak tahu jalan lantaran akses tersebut diperuntukkan jamaah haji dari Saudi, Mesir, Turki, dan Sudan.

Kepala Daker Makkah Arsyad Sanusi mengatakan, Jalan Arab tidak biasa digunakan jamaah Indonesia untuk menuju Jamarat aqabah. Termasuk jamaah yang tinggal di maktab kawasan Mina Jadid. Jamaah Indonesia biasanya melewati Jalan Besar King Fahd. ”Tapi, kami mendapat informasi, ada beberapa jamaah yang melalui jalan tersebut. Saat ini sedang kami selidiki,” ujarnya.

Menurut Arsyad, seluruh jamaah Indonesia mendiami 52 maktab yang terbagi di dua tempat. Yaitu, 7 maktab di Mina Jadid dan 45 maktab di Harratul Lisan, Mina. ”Jamaah yang tinggal di Mina Jadid itulah yang mungkin menjadi korban,” kata Arsyad.

Sebab, lanjut dia, jamaah yang tinggal di Harratul Lisan biasanya akan ke Jamarat aqabah melalui terowongan Muashim, lokasi yang pada 2006 pernah terjadi tragedi. Dengan demikian, lokasi kejadian kemarin bukan di dalam terowongan Mina. ”Sangat kecil sekali kemungkinan untuk terjadinya korban yang lebih banyak,” ujarnya. (bersambung kehalaman selanjutnya)