Kospirasi Dibalik Bom Madinah Di Penghujung Ramadan

Kospirasi Dibalik Bom Madinah Di Penghujung Ramadan

445
0
BAGIKAN KE
Bom Madinah
Bom Madinah

Kospirasi Dibalik Bom Madinah

Kemarin Saat Buka Puasa Dunia Maya Diheboh kan oleh peristiwa BOM MADINAH yang begitu dahsyat dalam pemberitaanya,. Namun Lain halnya bagi Seorang WNI yang sedang berada di Madinah disana berita ini sangat-sangat dibesar besarkan dan jauh dari kenyataan. Hal ini tidak mengherankan karena propaganda semacam ini sering kali diloncarkan oleh mereka yang Anti Islam.

Seorang warga negara Indonesia (WNI), Fathuddin Ja’far, menulis panjang fakta-fakta seputar tragedi bom di Madinah.

Bom Madinah
Bom Madinah

Berikut tulisan Fathuddin Ja’far atas peristiwa pemboman di Madinah.

Bom di Madina, Finah Apalagi yang Diarahkan kepada Umat Islam?

Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turki beberapa hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah. Semoga Allah lindungi…

Bom Madinah
Bom Madinah

Kami yang setiap hari berbuka di dalam Masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi. Kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.

Saking jauh dan tidak mengganngunya peristiwa tersebut, shalat Isya dan tarawih berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung.

Sebab itu saya berkesimpulan: Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.