Perang Dimulai, Korea Selatan Mulai Menembakkan artileri ke Korea Utara

Perang Dimulai, Korea Selatan Mulai Menembakkan artileri ke Korea Utara

565
0
BAGIKAN KE
korea selatan

Korea Selatan Mulai Menembakkan artileri ke Korea Utara

Korea Selatan –┬áPara pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan mereka menemukan perlintasan peluru yang diyakini adalah roket Korea Utara, tetapi serangan ini tidak menyebabkan kerusakan.

Sejumlah laporan mengisyaratkan aksi ini dilakukan sebagai pembalasan penembakan yang dilakukan Pyongyang terhadap pengeras suara yang menyampaikan pesan ke Utara di perbatasan.

Ketegangan di semenanjung Korea terus meningkat utamanya setelah baku tembak artileri terjadi pada Kamis (20/8). Korsel menembakkan artileri sebagai balasan atas serangan Korut yang memprotes propaganda Pyongyang menggunakan pengeras suara di perbatasan sejak 10 Agustus lalu.

Serangan Korsel ini dibalas dengan pernyataan siap perang dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada Jumat (21/8). Kim memerintahkan seluruh tentara Korut di perbatasan dipersenjatai dengan penuh dan memberikan tenggat waktu bagi Seoul hingga pukul 5 sore untuk menghentikan propaganda anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan.

PBB, AS, dan sekutu utama Korut, China, meminta kedua Korea ini untuk menenangkan situasi.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang karena perang sipil antara kedua Korea yang terjadi pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian.

Sementara, Seoul menyatakan akan melanjutkan siaran kecuali Korea Utara bertanggung jawab atas serangan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai dua tentara Korea Selatan bulan ini. Tuduhan ini dibantah Pyongyang.

Ini adalah kejadian terbaru dari serangkaian peristiwa di perbatasan di antara kedua negara.

Pada bulan Maret 2014, Korea Selatan dan Utara saling melepaskan tembakan di wilayah perbatasan maritim yang menjadi sengketa.

Korea Utara sebelumnya mengumumkan akan melakukan uji coba tembakan di tujuh titik perbatasan.

Korea Selatan mengatakan pihaknya melakukan balasan karena tembakan pihak Utara memasuki wilayah laut mereka.

PBB telah menetapkan perbatasan setelah Perang Korea, tetapi Korea Utara tidak pernah mengakuinya.