Korban Bom Paris 153 Tewas Pelaku Sudah Teridentifikasi

Korban Bom Paris 153 Tewas Pelaku Sudah Teridentifikasi

777
1
BAGIKAN KE
Korban Bom Paris 153 Tewas Pelaku Sudah Teridentifikasi

Korban Bom Paris 153 Tewas Pelaku Sudah Teridentifikasi

PARIS –Jumlah korban serangan di sejumlah titik di Paris, Perancis, terus bertambah. Menurut sejumlah pejabat Perancis yang dikonfirmasi oleh CNN menyebutkan setidaknya 153 korban tewas dalam serangan mencekam tersebut.

Upaya untuk mengungkap identitas para pelaku teror di Paris pada Jumat malam (13/11) terus dilakukan. Pelaku yang identitasnya telah resmi terungkap adalah Omar Ismail Mostefai, warga kelahiran Prancis keturunan Aljazair.
Pria 29 tahun itu merupakan seorang di antara tiga pelaku yang meledakkan diri di gedung teater Bataclan. Identitas Mostefai diketahui dari potongan jari
Seorang lainnya yang diketahui dari paspor yang ditemukan di lokasi kejadian adalah Ahmad al-Mohammad, 25.
Mostefai yang kelahiran Courcouronnes, 21 November 1985, tercatat delapan kali melakukan kejahatan kecil pada 2004–2010. Namun, dia tak pernah sampai masuk penjara.
Teror di Prancis itu menewaskan total 129 orang sampai tadi malam WIB. Sementara itu, 352 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 99 di antara jumlah tersebut berkondisi kritis. Jadi, sangat mungkin korban meninggal bisa bertambah.

Insiden berdarah tersebut berlangsung di enam lokasi. Delapan pelaku tewas, baik karena ditembak polisi maupun meledakkan bom bunuh diri. Pemerintah Prancis menuding ISIS (Negara Islam di Iraq dan Syria) berada di balik serangan itu. ISIS juga telah meng- klaim sebagai pelaku.
Jaksa Wilayah Paris Francois Molins mengungkapkan bahwa Mostefai sempat diawasi pada 2010 dengan tudingan terlibat kelompok radikal. Namun, entah bagaimana hingga sehari sebelum kejadian dia tidak pernah terlacak terlibat dalam jaringan terorisme.
Begitu mengetahui Mostefai sebagai salah seorang pelaku, ayah dan kakak lelakinya yang shock dengan kenyataan tersebut langsung mendatangi pihak kepolisian. ”Mereka masih dimintai keterangan dan belum dipulangkan,” kata Molins seperti dikutip BBC kemarin (15/4).
Empat orang anggota keluarga Mosefai lainnya juga masih ditahan. Mereka menyatakan sudah beberapa tahun tidak berhubungan dengan Mostefai setelah adanya konflik keluarga. Kakak lelakinya hanya mengetahui bahwa Mostefai beberapa tahun lalu telah bepergian ke Aljazair dengan keluarganya.

Korban Bom Paris 153 Tewas Pelaku Sudah TeridentifikasiPerburuan terhadap para pelaku lain yang melarikan diri juga terus dilakukan. Tujuh orang berhasil ditahan di Distrik Molenbeek, Brussels, Belgia. Polisi berhasil mengetahui posisi pelaku setelah melihat ada mobil VW Polo warna abu-abu dengan pelat asing di depan gedung teater Bataclan. Beberapa saksi mata menyatakan bahwa pelaku penembakan menggunakan mobil dengan pelat Brussels.

Mobil sewaan tersebut digeletakkan begitu saja. Setelah diselidiki, di dalamnya terdapat surat tilang yang menjadi petunjuk polisi untuk mengetahui lokasi awal pelaku sebelum menyerang ke Paris. Salah seorang di antara tujuh orang yang ditahan diduga kuat memiliki keterlibatan dengan para pelaku. Meski saat mereka ditahan, polisi tidak menemukan senjata maupun bahan peledak.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu pada saat kejadian tengah berada di Paris. Dia adalah penduduk Prancis yang tinggal di Belgia. Dia bisa ditahan dalam operasi kendaraan yang digelar pihak kepolisian. Le Monde me- laporkan, diduga dua saudara kandung pria itu termasuk yang tewas di Paris. Tiga bersaudara itulah yang kini menjadi pusat penyelidikan karena dianggap sebagai otak penyerangan.

”Bisa saya katakan bahwa sejauh ini mungkin ada tiga kelompok teroris yang bekerja sama dalam aksi biadab ini,” ujar Molins. ”Kami harus menemukan mereka berasal dari mana dan bagaimana mereka mendapatkan pendanaan.”
Dia menambahkan bahwa seluruh pelaku yang memakai rompi bunuh diri juga dipersenjatai senapan otomatis. Namun, sejauh ini belum diketahui bagaimana tiga kelompok itu bisa berkoordinasi melakukan serangan yang hampir bersamaan dan apakah mereka menerima instruksi dari ISIS di Syria.

Temuan lainnya adalah sebuah mobil yang digeletakkan di Montreuil, Paris, yang juga diduga milik pelaku. Di mobil Seat Leon hitam itu ditemukan tiga senjata AK47 yang sama seperti digunakan para pelaku. Diduga kuat, mobil tersebut digunakan pelaku untuk menembaki orang-orang di depan restoran Le Petit Cambodge.
Paspor Syria juga ditemukan di dekat jenazah pelaku peledakan di dekat Stade de France. Paspor itu telah digunakan pelaku untuk masuk sebagai pengungsi melalui Pulau Leros, Yunani, bulan lalu. Pemerintah Serbia juga menegaskan bahwa pemegang paspor tersebut telah menyeberangi perbatasan mereka dari Makedonia dan mencari suaka di salah satu pusat registrasi pengungsi milik mereka.

Sejauh ini pihak kepolisian Prancis belum memastikan apakah paspor tersebut benar-benar milik salah satu pelaku atau hanya milik seseorang yang terjatuh di lokasi. Harian Blic di Serbia mengungkapkan bahwa pemilik paspor tersebut bernama Ahmad al-Mohammad. Dia adalah penduduk Idlib, Syria. Dia masuk ke Serbia melalui Kota Presevo pada 7 Oktober lalu. Dia masuk ke Pulau Leros pada 3 Oktober.
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengungkapkan bahwa 103 jenazah para korban telah diidentifikasi. Sisanya masih dalam proses. Dia menambahkan bahwa kejadian itu tidak akan menghentikan Prancis untuk terus menyerang markas ISIS.

Presiden Prancis Francois Hollande telah membatalkan rencananya untuk menghadiri pertemuan G20 di Turki. Dia ganti menggelar pertemuan dengan para pemimpin partai politik di negaranya, termasuk di antaranya Nicolas Sarkozy. Hollande juga menyatakan bahwa negaranya dalam kondisi darurat. Serangan di Paris lalu memang merupakan yang terburuk dan paling mematikan sejak Perang Dunia II. Hollande berjanji melakukan pembalasan tanpa belas kasihan kepada militan IS atau ISIS yang merupakan dalang di balik serangan tersebut.
”Ini adalah perang yang dilakukan pasukan teroris, ISIS melawan Prancis. Ini adalah perang yang telah dipersiapkan, disusun dan direncanakan dari luar negeri, dan keterlibatan orang di dalam negeri,” ujar Hollande.

Prancis meningkatkan serangan udara ke Syria sejak akhir September lalu. Seminggu yang lalu Prancis menyerang pusat pengolahan minyak yang dioperasikan ISIS. Mungkin itulah yang memicu serangan di Paris tersebut.

Sampai kemarin sekolahsekolah, museum, perpustakaan, kolam renang, dan pasar-pasar di Paris masih tutup. Transportasi publik juga belum normal. Bandara Charles de Gaulle masih buka, tapi banyak penerbangan yang tertunda. Sebab, pengecekan paspor dan bagasi dilakukan lebih ketat daripada biasanya. (Reuters/BBC/CNN/New York Times/ sha/c5/c9/ttg/jawapos.com)

  • Bin Atang

    pray for paris, from paris with love -_-