Rini Gadaikan 3 BUMN, Mandiri BRI dan BNI Untuk Dana Pinjaman 3...

Rini Gadaikan 3 BUMN, Mandiri BRI dan BNI Untuk Dana Pinjaman 3 Miliar USD

2072
1
BAGIKAN KE
Rini Gadaikan 3 BUMN, Mandiri BRI dan BNI

Rini Gadaikan 3 BUMN, Mandiri BRI dan BNI

Setelah 17 Juni lalu Rini Soemarmo utang Rp 58,5 triliun ke China yang di teken dirut Garuda Indonesia, kini Mentri BUMN tersebut hutang lagi 3 Miliar USD ke negeri Tirai Bambu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, China siap mencairkan dana pinjaman sebesar USD 3 miliar atau setara Rp 42,9 triliun. Dana ini langsung diberikan kepada tiga bank milik negara, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Sudah. Pertama dengan perbankan sudah negosiasi USD 1 miliar untuk masing-masing bank. Mandiri, BNI dan BRI total USD 3 miliar. Tinggal finalisasi soal bunganya,” jelasnya di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).

Dia mengungkapkan, peminjaman dana ini tidak memiliki ketentuan dalam penggunaannya. Sehingga masing-masing bank pelat merah tersebut bebas memanfaatkan dana tersebut.

“Ini hanya fasilitas fleksibel dalam arti perbankan Indonesia bisa tentukan pemanfaatan USD 3 miliar ini. Yang lainnya sudah ada program soal refinancing,” tegas mantan Menteri Perindustrian ini.

Sebelumnya, China berencana memberikan pinjaman sebesar USD 50 miliar kepada Indonesia. Itu bakal digunakan untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membenarkan adanya utang dari China tersebut. Menurutnya, USD 10 miliar dari pinjaman itu nantinya bakal diberikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggarap proyek listrik 35.000 MW.

Tidak sampai di situ, utang dari Negeri Tirai Bambu tersebut rencananya akan dialihkan untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Rini mengakui bahwa proyek kereta cepat itu sudah memasuki tahap finalisasi studi kelayakan.

“Sekarang ini kereta cepat itu mereka sedang studi kelayakan yang untuk menentukan,” kata Rini, Jakarta.

Dana pinjaman sebesar USD 50 miliar itu nantinya berasal dari Bank CBD dan ICBC. Rini akui bahwa perbankan BUMN sendiri tidak mampu membiayai berbagai macam proyek infrastruktur. “Karena perbankan BUMN limitnya sudah sangat terbatas,” ujarnya.

(sumber: http://www.merdeka.com/uang/china-beri-dana-pinjaman-rp-39-triliun-pada-bank-mandiri-bni-bri.html)

  • M. Rafli

    Benar benar gila nagara sudah dijual ke asing