Konflik Internasional Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

Konflik Internasional Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

587
0
BAGIKAN KE
Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

Lagi-lagi dunia internasional memanas setelah insiden penembakan jet tempur Rusia oleh pesawat F-16 Angkatan Udara Turki menghadirkan cerita menegangkan.
Layaknya film Hollywood, Rusia langsung mengirim pasukan khusus ke lokasi jatuh jet tempurnya untuk operasi penyelamatan pilot dan kopilot.

 

Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

Operasi khusus selama 12 jam itu sukses menyelamatkan pilot yang bernama Kapten Konstantin Murahktin. Tim tersebut langsung membawa sang pilot ke pangkalan militer Rusia di Syria. ”Operasinya berakhir dengan sukses. Pilot kedua berhasil dibawa ke pangkalan. Dia hidup dan dalam kondisi baik,” ujar Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu kemarin (25/11). Operasi penyelamatan berakhir menjelang subuh, tepatnya pukul 03.40 waktu setempat.
Jet tempur Rusia jenis Sukhoi Su-24 yang dikendarai Murahktin dan kopilotnya, Letnan Kolonel Oleg Peshkov, ditembak Turki Selasa (24/11). Sebenarnya keduanya berhasil selamat dengan melontarkan diri ke luar pesawat. Sayangnya, Peshkov bernasib nahas. Sebelum menyentuh tanah, dia ditembak dari bawah oleh kelompok pemberontak Syria dari kelompok suku Turkmen dan akhirnya tewas.

Tidak diketahui apakah jasad Peskhov ikut dibawa dalam operasi penyelamatan tersebut. Murahktin sendiri akhirnya ditahan para pemberontak Turkmen itu sebelum diselamatkan pasukan khusus yang diterjunkan Rusia.
Operasi penyelamatan tersebut juga harus dibayar dengan nyawa prajurit Rusia lainnya. Marinir yang bernama Aleksandr Pozynich terbunuh saat operasi berlangsung. Helikopter yang dikendarainya ditembaki para pemberontak saat mendarat di wilayah aman.
Juru bicara pemberontak Turkmen Alpaslan Celik sempat melakukan wawancara dengan beberapa media bahwa pihaknya telah menembak mati dua pilot. Rusia menampik pernyataan itu. Pemberontak Turkmen adalah salah satu kelompok yang menentang Presiden Syria Bashar al-Assad.

Rusia Tuding Turki Sengaja Tembak Jet Tempurnya

Rusia telah mengebom desa yang dihuni pemberontak Turkmen beberapa kali. Desa para pemberontak tersebut dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat tempur milik Rusia. Para pemberontak Turkmen itu didukung pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Peshkov akan dianugerahi penghargaan anumerta keberanian tertinggi di Rusia, yaitu Hero of Russia atau Pahlawan Rusia. Sedangkan Murahktin dan Pozynich dianugerahi medali Orders of Courage atas keberanian mereka. Pasukan lain yang terlibat dalam penyelamatan juga akan mendapatkan medali kehormatan.

Rusia menegaskan bakal mengirimkan teknologi tercanggih sistem pertahanan udara ke pangkalan mereka di Syria. Yaitu sistem rudal antipesawat S-400 yang akan ditempatkan di pangkalan Hmeimim. Jaraknya sekitar 30 mil dari perbatasan Turki. Itu dilakukan untuk meningkatkan serangan udara mereka di Damaskus (ibu kota Syria) pasca penem- bakan pesawat tempur mereka sekaligus melindungi pesawatpesawat milik Rusia agar kejadian serupa tak terulang.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membatalkan kunjungan ke Ankara. Dia menegaskan bahwa Turki tampaknya telah merencanakan untuk menembak jatuh pesawat tempur negerinya. Penembakan dilakukan dengan sengaja sebagai bentuk provokasi. Sebab, menurut Lavrov, pesawat Rusia tidak memasuki wilayah Turki. Selain itu, pilot F-16 Turki tidak berkomunikasi dulu dengan pilot Rusia sebelum menembak.

”Kami tidak berencana melancarkan perang dengan Turki. Sikap kami terhadap penduduk Turki tidak berubah. Kami hanya mempertanyakan kepemimpinan Turki,” tegasnya. Ankara sendiri menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan sepuluh kali selama lima menit sebelum akhirnya menembak pesawat tersebut. (AFP/BBC/ USA Today/sha/c9/kim/jawapos.com)