Jokowi Awasi Penyidikan Pembunuhan Aktivis Antitambang

Jokowi Awasi Penyidikan Pembunuhan Aktivis Antitambang

541
0
BAGIKAN KE

Dari hasil rekonstruksi itu, pembunuhan dan penganiayaan lebih bersifat spontan. ’’Kami berusaha objektif saja dengan fakta di lapangan,’’ papar seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut. Dari rekonstruksi diketahui, kejadian tersebut bermula saat paginya Tosan membuka demo dengan membagi-bagikan selebaran yang berisi tentang penolakan terhadap penambangan liar.
Kemudian, muncul salah seorang anggota Tim 12 yang berusaha mencegah Tosan meneruskan aksinya. Lantas, terjadi keributan. Kedua orang sempat saling dorong. Karena kalah jumlah, anggota Tim 12 itu jengkel dan kembali ke balai desa.
Di balai desa, telah berkumpul 50-an anggota Tim 12 yang pro penambangan. Setelah mendengar keluhan anggota yang baru saja ribut dengan Tosan tersebut, mereka spontan mendatangi Tosan di rumahnya. Melihat hendak dikeroyok, Tosan berusaha melarikan diri. Namun, dia tertangkap di lapangan dengan cara ditabrak motor. Begitu jatuh, Tosan dipukuli dan dipentungi, kemudian beberapa kali dilindas dengan sepeda motor.
Menyangka Tosan telah tewas, massa Tim 12 lalu ganti mencari Salim Kancil. Dalam rekonstruksi kemarin, begitu melihat ada massa yang beringas, Salim yang menggendong cucunya hendak masuk rumah. Namun, dia ditangkap. Kemudian, dengan tangan diikat, Salim digelandang ke balai desa.
Sepanjang perjalanan, dia dihajar. Sesampai di balai desa, dia disetrum dan lehernya digergaji. Melihat banyak warga, termasuk anak-anak, para eksekutor itu memindahkan lokasi penganiayaan dan menghabisi Salim di sana. ’’Dua nama itu memang dikenal sebagai tokoh utama anti penambangan,’’ lanjut sumber tersebut.
Di tempat terpisah, Kapolres Lumajang AKBP Fadly Mundzir Ismail menolak berkomentar banyak soal perkembangan pengusutan kasus. ’’Hariyono masih diperiksa sebagai saksi. Jadi, belum ada perkembangan apa-apa,’’ paparnya. Yang jelas, Fadly berjanji mengungkapkan semua begitu penyidikan rampung dan gambaran kasus itu jelas.
Tanggapan Bupati Sebelum pemerintah pusat meminta semua izin tambang di Kabupaten Lumajang dibekukan, Bupati Lumajang As’at Malik mengeluarkan keputusan maju. Dia memerintahkan penutupan semua tambang pasir tidak berizin di pinggir pantai selatan Jawa di Lumajang. Namun, As’at masih enggan menutup tambang pasir di wilayah daerah aliran sungai (DAS). ” Yang di daerah aliran sungai kalau tidak ditambang nanti malah dangkal,” ujar As’at setelah menemui pendemo di depan kantor pemkab kemarin (29/9).
Dari penelusuran Jawa Pos, keberadaan Gunung Semeru membawa berkah bagi Lumajang dengan melimpahnya bahan galian golongan C yang meliputi pasir, batu, koral, dan sirtu. Bahkan, bisa dibilang, potensi itu tidak pernah habis selama gunung tersebut beraktivitas.
Berdasar data dari Bagian Ekonomi Kabupaten Lumajang, tiap tahunnya Gunung Semeru mengeluarkan sekitar 1 juta meter kubik material. Selain jumlah yang melimpah, kualitasnya disebut-sebut sangat baik di Jawa Timur. Penyebabnya, pasir Gunung Semeru memiliki kandungan tanah yang sedikit serta warna dan daya rekatnya baik.
Ada beberapa lokasi yang menjadi limpahan material, yaitu sepanjang Kali Regoyo dan Kali Glidig yang terletak di Kecamatan Candipuro, Pasirian, Tempursari, dan Pronojiwo. Potensi bahan tambang atau galian pasir dan batu bangunan seluas 82,50 ha dengan volume 5,9 juta meter kubik.
Yang menggiurkan, areal pasir dan batu yang sudah dieksploitasi sangat sedikit. Baru sekitar 15 ha dengan volume 239 ribu meter kubik atau hanya 4 persen. (jawapos.com)