Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga

Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga

710
0
BAGIKAN KE
Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga
Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga

Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga

JAKARTA – Keputusan kontroversial Ketua Majelis Hakim Persidangan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Parlas Nababan membuat geram sejumlah elemen masyarakat. Kemarin (6/1) beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) berkumpul di sekretariat Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka menyuarakan kecaman dan melaporkan hakim Parlas ke Komisi Yudisial (KY).
Bagaimana tanggapan Parlas Nababan ? ”Ya silakan. Kalau dilaporkan, tidak apa-apa. Saya siap menghadapinya. Berkaitan dengan putusan, semua kan ada dasarnya,” ujarnya di PN Palembang kemarin
Bagi Parlas, kondisi sekarang sedikit banyak mengganggu ketenangan dirinya dan keluarga. Terutama anak-anak yang selalu mendukung dirinya. ”Istri saya sudah meninggal tiga tahun lalu. Jadi, anak-anak yang support. Jelas, kalau terganggu, ya terganggu,” ucapnya kepada Sumatera Ekspres ( Jawa Pos Group).

Pekan lalu hakim Parlas Nababan menolak gugatan pemerintah atas kasus dugaan pembakaran hutan seluas 20 ribu hektare di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), oleh PT BMH. Dalam putusan tersebut, Parlas menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas perusahaan pengelola hutan tanaman industri (HTI) itu. Menurut pertimbangan majelis hakim, kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditumbuhi tanaman akasia. Putusan dan argumen itulah yang mengundang respons luas di masyarakat.
Parlas Nababan menganggap hujatan yang menjelek-jelekkan dirinya di media sosial menjadi bagian dari risiko seorang hakim. ”Tapi sudahlah. Itu saja ya. Semua itu (hujatan) bukan hal yang besar,” katanya.

Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga
Hakim Parlas Nababan Bikin Geram Warga

Pria kelahiran Rura Julu, Sumut, tersebut mengaku sangat mengerti reaksi masyarakat terhadap putusan hakim yang dirasa tidak sesuai. ”Tanggapan masyarakat pasti beragam dan itu hampir terjadi di setiap kasus,” katanya.
Hanya, lanjut Parlas, menjadi hakim adalah jalan hidupnya. Sehingga risiko apa pun jelas akan dihadapi, termasuk hujatan yang menyudutkan dirinya. ”Intinya, putusan sudah berdasar fakta persidangan dan keyakinan hakim.”
Parlas Nababan menambahkan, yang harus juga diingat, hakim bukan pemuas selera. ”Semua putusan ada prosesnya. Keterangan saksi ahli itu semua untuk menentukan putusan,” tutur pria yang sebelum bertugas di Palembang pernah menjadi ketua PN Bandung (2012) tersebut.
Hakim Parlas Nababan Bikin Geram WargaSoal hinaan terhadapnya melalui meme, Parlas tidak akan mempermasalahkan, apalagi sampai melaporkannya. ”Biarkan saja. Putusan di PN itu kan belum final juga karena masih ada upaya hukum. Kalau memang salah, di tingkat pengadilan tinggi (PT) bisa diperbaiki, tentunya berdasar fakta yang ada,” imbuhnya.
Gugatan LSM yang tergabung dalam Koalisi Anti Mafia Hutan itu meminta Mahkamah Agung (MA) memeriksa hakim Parlas Nababan yang mengadili perkara KLHK versus PT BHM. ”Kami juga meminta ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan menunjuk majelis hakim yang memiliki sertifikasi lingkungan dalam menangani banding perkara tersebut,” ujar Syahrul Auriga yang mewakili Koalisi Anti Mafia Hutan. Setelah gugatannya ditolak, KLHK memang mengajukan banding ke PT Sumsel.
Menurut Syahrul, hakim Parlas tak paham dengan peraturan perundang-undangan tentang pertanggungjawaban pemegang konsesi. Atas dasar itu, koalisi tersebut akan melaporkan hakim Parlas cs ke KY. Mereka menyebutkan, dalam putusannya hakim telah melakukan pelanggaran kode etik. ”Kami juga akan lakukan eksaminasi terhadap putusan PN Palembang itu. (gun/way/ JPG/c9/kim/jawapos.com)