USD Menguat Ke Level Tertinggi Sejak 10 Agustus 2015

USD Menguat Ke Level Tertinggi Sejak 10 Agustus 2015

328
0
BAGIKAN KE
rupiah menguat
USD Menguat, Fed Akan Naikkan Bunga Di Bulan Desember?
US Dollar bertahan di kisaran level tertinggi dua setengah bulan terhadap mata uang utama hari ini, Kamis (29/10), setelah Federal Reserve (Fed) membuka peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember. Indeks dollar berhasil terdorong hingga kisaran 97.818, yang merupakan level tertinggi sejak 10 Agustus 2015. Sementara itu European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menambah stimulus ekonomi.
 
Dalam pernyataan resmi, bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut mengambil langkah tak biasa dengan menyebutkan waktu secara eksplisit terkait kebijakan moneter yang akan diambil. “Dalam memutuskan apakah akan merupakan waktu yang tepat utuk menaikkan suku bunga adalah pada pertemuan yang akan datang (Desember, red.), komite akan menilai kemajuan – yang telah terealisasi maupun yang diperkirakan – untuk mencapai tujuan lapangan pekerjaan yang maksimal dan inflasi dua persen,” demikian Fed dalam pernyataan resminya. Fed juga memperingatkan kemungkinan pelambatan ekonomi global. Akibatnya, pasar berjangka mata uang memperkirakan ada kemungkinan 50% kenaikan suku bunga akan dilakukan di bulan Desember. Sebelumnya kemungkinan tersebut diperkirakan hanya 30 persen. Pernyataan Fed tersebut masih terbuka untuk berbagai interpretasi dan pasar memang terbagi dua mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Dengan data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan, dimulai dengan data GDP AS hari ini, ada pendapat bahwa Fed masih mungkin akan menahan suku bunga di bulan Desember mendatang.
 
Data ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir tidak terlalu menggembirakan dan para ekonom memperkirakan indeks manufaktur akan memperlihatkan kontraksi di sektor tersebut, yang mana tidak akan kondusif untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember.
Sementara USD menguat, euro jatuh ke kisaran 1.0896 pada perdagangan hari Rabu dan terakhir diperdagangkan di kisaran 1.0924. Euro telah melemah 3,7 persen sejak Presiden ECB, Mario Draghi, pekan lalu memberikan sinyal bahwa ECB siap untuk menambah stimulus dan memangkas suku bunga ke area negatif. Terhadap yen, euro melemah ke level terendah enam bulan yaitu di kisaran 131.97 yen. Yen sendiri melemah terhadap USD ke kisaran 121.12 dari level terendah Rabu di kisaran 120.02. Fokus untuk yen adalah pertemuan pimpinan Bank of Japan (BOJ) hari Jumat (30/10). Pasar akan memperhatikan apakah BOJ akan menambah stimulus. Meskipun beberapa pejabat Jepang membuka peluang bagi penambahan stimulus namun pernyataan Draghi dan pemangkasan suku bunga oleh China pekan lalu telah menurunkan ekspektasi penambahan stimulus. (source:FOREXimf.com)