Jangan coba coba Ikut ISIS Kalau Tidak Ingin Kewarganegaraan Dicabut

0
478
Jangan coba coba Ikut ISIS Kalau Tidak Ingin Kewarganegaraan Dicabut

Jangan coba coba Ikut ISIS Kalau Tidak Ingin Kewarganegaraan Dicabut

JAKARTA – Pemerintah bersikap tegas terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi pengikut ISIS di luar negeri. Bagi mereka yang terlibat, akan dicabut kewarganegaraannya sehingga yang sedang berada di negeri orang tidak bisa lagi kembali ke Indonesia. Penegasan pemerintah itu akan dituangkan dalam revisi UU Terorisme No 15/2003.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan soal apakah revisi Undang- Undang Terorisme juga bakal memasukkan poin pencabutan kewarganegaraan WNI yang bergabung dengan kelompok teroris di luar negeri seperti ISIS. ”Iya, termasuk itu,” ujarnya di Istana Negara kemarin (20/1). Menko Pol- hukam Luhut Pandjaitan menambahkan, pencabutan kewarganegaraan merupakan langkah preventif agar para pengikut ISIS tidak bisa menyebarkan paham radikalisme saat kembali ke Indonesia
”Jadi, kalau dia joint foreign fighter (bergabung dengan tentara asing seperti ISIS, Red), dia harus melepas kewarganegaraannya,” katanya.
Aksi serangan teror di Jakarta Pusat memang memantik inisiatif pemerintah untuk memberikan payung hukum lebih luas kepada aparat keamanan untuk mencegah maupun menindak aksi teror. Menurut Jokowi, saat pertemuan dengan pimpinan lembaga tinggi negara, isu revisi UU Terorisme terus dibahas. ”Bisa nanti revisi, bisa nanti perppu (peraturan pemerintah pengganti undangundang), bisa juga nanti membuat undang-undang baru mengenai pencegahan,” ucapnya. Jokowi mengakui, kebutuhan revisi UU Terorisme sangat mendesak karena munculnya aksi teror yang meresahkan maupun rencana teror yang bisa digagalkan aparat kepolisian. Karena itu, upaya pencegahan harus diintensifkan agar aksi teror tidak terjadi lagi. ”Karena itu, butuh payung hukum yang jelas agar polisi berani bertindak di lapangan,” ujarnya.
Langkah pencabutan kewarganegaraan WNI yang ikut bergabung dengan ISIS di Syria juga pernah disampaikan Ketua PB NU Said Aqil Siraj. Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), per September 2015, ada sekitar 500 WNI yang bergabung dengan ISIS di Syria. ”Karena itu, pemerintah harus mencabut kewarganegaraan mereka agar tidak bisa menyebarkan paham radikalisme saat pulang ke Indonesia,” sebutnya.